yang tidak terdefinisikan......
apa?
apakah sponge kuning yang tinggal di buah nanas? bintang laut pink yang tidak berpendidikan? tupai berpita dengan helm oksigen di dasar laut? krabby patty yang sok enak itu? atau kepiting yang punya anak paus?
tidak. namun yang tidak terdefinisikan itu adalah rindu. rindu yang semakin membuat mata jenuh, langkah bosan menapak satu per satu bebatuan yang seringkali membuat kita terjatuh, merintih dan mengeluh. dan, pada saat kau mengeluh itu... rindu wajah fasih akan kekuatan, berhimpun dalam tegar, saling menangisi perjuangan kita yang tak kenal kata istirahat (seharusnya). tapi hari ini? semua menjadi tidak terdefinisikan ketika sampai ke otak. hari-hari kita menjadi mana kewajiban-mu? mana hak-ku? begitu sederhananya hingga entah bagaimnana rindu itu harus tersampaikan.
lantas pada celah yang mana rindu itu sanggup terdefinisikan?
Tag :
Random
3 Komentar untuk "Kita mendefinisikan tentang rindu"
pada celah ketika kau hidup.. dan belajar, juga mengajarkan soal hidup, kerja keras dan pantang menyerah.. pada celah kau memutarkan hadad alwi dan farhan tentang lagu ibu..yg menjadikan kaca2 berjatuhan tak terbendung.. tapi setelahnya, kau bertutur.. "hanya Allah ngkeet.. yg bisa menyampaikan rindu-mu.."
heg. so sweet banget siih. tapi celah itu rasanya makin tak bercelah :(
beri kesempatan celahnya untuk membuka jauzaa :)